Rangkaian teror bom yang terjadi belakangan ini di Jakarta adalah sebuah rekayasa.
Hal itu dikatakan pengamat intelijen MT Arifin saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Jumat (18/3).
"Kalau saya melihat pola, corak dan target yang ada, ini bukan teror tapi rekayasa," kata Arifin.
Ia juga mengatakan bahwa tuduhan jaringan lama bermain juga sangat prematur. Apalagi teror-teror yang terjadi dilakukan dengan bentuk low explosive yang sebenarnya ditujukan untuk menakut-nakuti saja.
"Ini merupakan cara untuk mempengaruhi publik dan cuci otak masyarakat sehingga masyarakat tidak lagi fokus," imbuhnya.
Target yang diinginkan adalah pemberitaan yang terus-menerus dan lama di media, sehingga masyarakat lupa dengan dosa-dosa pemerintah.
sumber : /www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=21463

Tidak ada komentar:
Posting Komentar